Beeoninfo.com
Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan pada Hari Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang diketuai oleh Rio Ardiansyah Murda, S.Hut., M.Si ini bertujuan mengidentifikasi dan mengembangkan potensi tanaman pala sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan tersebut melibatkan kelompok tani, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Kehutanan dan Teknologi Industri Pertanian ITERA.
Melalui diskusi, observasi lapangan, dan pemetaan potensi sumber daya lokal, tim pengabdian berupaya menggali peluang pengembangan pala dari hulu hingga hilir.
Menurut Rio Ardiansyah Murda, S.Hut., M.Si, Desa Way Kalam memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung pengembangan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi. Selain dikenal sebagai kawasan penyangga ekosistem hutan dan destinasi ekowisata di sekitar Gunung Rajabasa, wilayah ini juga memiliki potensi untuk pengembangan tanaman rempah-rempah, termasuk pala.
“Pala merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena hampir seluruh bagian buah dapat dimanfaatkan. Tidak hanya biji dan fuli yang bernilai ekspor, daging buah pala juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti sirup, manisan, selai, permen herbal, hingga minyak atsiri,” ujar Rio dalam kegiatan tersebut.
Potensi pengembangan produk turunan pala telah terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Kepala Desa Way Kalam menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap hasil identifikasi potensi pala dapat menjadi dasar pengembangan produk unggulan desa di masa mendatang. Dengan dukungan perguruan tinggi, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan hasil pertanian sekaligus memperluas akses pasar produk lokal. (*)

