0 3 min 11 jam

Bandar Lampung, Beeoninfo.com
Guna melakukan pematangan pelaksanaan Kelas Migran Vokasi Tahun Ajaran 2026/2027 yang diproyeksikan menjadi jalur penyiapan tenaga kerja ke Jepang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung menggelar rapat di kantor Disdikbud Lampung, Selasa (21/7/2026).

Adapun, rapat persiapan program tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Menurut Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H mengatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, calon peserta kini harus melalui proses seleksi yang jauh lebih ketat agar memenuhi standar penerimaan tenaga kerja di Jepang.

“Screening kita perketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kondisi mata, fisik, tinggi badan hingga kesiapan mental. Tujuannya agar peserta yang mengikuti program benar-benar memenuhi kualifikasi dan tidak berhenti di tengah proses pembelajaran,” ungkapnya, Selasa (21/7/2026).

Thomas Amirico menerangkan, sosialisasi program sedang berlangsung dan pada akhir Juli akan dibuka tahap peminatan bagi peserta angkatan baru. Sementara itu, hasil asesmen dan screening tahap pertama telah rampung.

“193 lulusan SMK telah lolos screening awal dan akan mengikuti screening tahap kedua sebelum menjalani pelatihan pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) selama dua bulan,” terangnya.

Masih kata Thomas Amirico, Berbeda dengan sebelumnya yang belum ada screening. Sekarang kami lakukan sejak awal agar semua persyaratan terpenuhi.

“Ada standar yang memang harus dipenuhi, memang nggak boleh buta warna, ada persyaratan tinggi badan, dan nggak boleh patah patah tulang. Ini penting agar mereka siap mengikuti pelatihan hingga selesai,” jelasnya.

Thomas Amirico menambahkan, para peserta tersebut merupakan lulusan sekolah yang baru menyelesaikan pendidikan tahun ini dan menjadi angkatan pertama program Kelas Migran Vokasi.

Sehingga, pola pembelajaran juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya pelatihan bahasa Jepang hanya diberikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dua kali dalam sepekan, kini peserta akan belajar bahasa Jepang setiap hari selama dua hingga tiga bulan.

“Jadi yang benar-benar ingin berangkat ke Jepang akan fokus belajar bahasa Jepang setiap hari,” ujarnya.

Disdikbud juga mulai membuka pendaftaran angkatan kedua. Jumlah peserta yang akan diterima pada angkatan berikutnya akan disesuaikan dengan hasil screening karena seluruh persyaratan fisik dan kesehatan akan diperiksa secara menyeluruh.

Menurut Thomas, para peserta nantinya akan ditempatkan di berbagai sektor pekerjaan sesuai minat dan kebutuhan di Jepang,

“Diantaranya caregiver, konstruksi, hingga hospitality,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *