0 4 min 11 jam

Beeoninfo.com
Aroma kopi robusta khas dataran tinggi Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, terus menggaung hingga luar daerah. Melalui tangan dingin Sudiyana (45), usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Desty Coffee berhasil berkembang menjadi salah satu produk kopi unggulan yang diminati konsumen di berbagai wilayah Sumatera hingga Jawa.

UMKM binaan BRI Unit Ulu Belu yang berdiri sejak 2019 itu konsisten menghadirkan kopi berkualitas dengan menggunakan biji kopi petik merah pilihan yang dipanen dari kawasan perkebunan kopi Ulu Belu.

Owner Desty Coffee, Sudiyana mengatakan, kualitas menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan. Seluruh proses pengolahan dilakukan secara mandiri menggunakan peralatan produksi milik sendiri yang dibelinya secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas usaha.

“Dari awal kami berkomitmen hanya menggunakan biji kopi petik merah pilihan agar cita rasa yang dihasilkan tetap terjaga. Proses pengolahan juga kami lakukan sendiri bersama istri, mulai dari pemilihan bahan baku, penyangraian, penggilingan hingga pengemasan,” ujar Sudiyana, Rabu, (10/6/2026).

Dalam sehari, Desty Coffee mampu mengolah sekitar 20 kilogram kopi pilihan. Hasil produksi tersebut kemudian dikemas menjadi sekitar 100 bungkus dengan berat masing-masing 200 gram dan dipasarkan dengan harga Rp35 ribu per kemasan.

Menurut Sudiyana, pemasaran produk dilakukan melalui berbagai saluran. Selain dititipkan di sejumlah pasar dan pusat penjualan di Kabupaten Tanggamus, produk kopi mereka juga dipasarkan secara online melalui media sosial.

“Alhamdulillah pesanan tidak hanya datang dari Lampung. Banyak pelanggan dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa yang memesan secara online. Untuk pengiriman kami menggunakan jasa ekspedisi sehingga produk bisa sampai ke konsumen dengan baik,” katanya.

Ia mengaku dukungan dari BRI Unit Ulu Belu menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan usahanya. Melalui pembinaan yang diberikan, pelaku UMKM mendapatkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan yang diberikan BRI. Harapannya Desty Coffee bisa semakin dikenal luas dan menjadi salah satu kebanggaan kopi asal Ulu Belu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRI Unit Ulu Belu, M. Youngky Oktora mengatakan, Desty Coffee merupakan salah satu contoh UMKM lokal yang berhasil memanfaatkan potensi daerah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya yang kesempatan itu didampingi mantrinya Irfan Rizal, BRI terus berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM melalui pembinaan, pendampingan, serta akses layanan perbankan agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih besar.

“Desty Coffee menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan menjaga kualitas produk dan memanfaatkan pemasaran digital, usaha ini mampu menjangkau konsumen hingga luar Pulau Sumatera. Kami di BRI akan terus mendukung pelaku UMKM agar naik kelas dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujar Youngky.

Keberhasilan Desty Coffee menjadi bukti bahwa kopi Ulu Belu tidak hanya memiliki kualitas yang mampu bersaing, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dari lereng pegunungan Tanggamus, secangkir kopi petik merah kini hadir di meja para penikmat kopi di berbagai daerah, membawa cita rasa khas Lampung yang semakin dikenal luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *