Bandar Lampung, Beeoninfo.com
Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam agar mengedepankan kolaborasi dibandingkan persaingan dalam menjalankan pengabdian kepada umat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Lampung di Hotel Horison, Bandar Lampung, Kamis (15/10/2026).
Masih kata Prof. Mukri, MUI harus menjadi rumah bersama bagi berbagai ormas Islam untuk menyatukan potensi dan membangun sinergi dalam menghadapi persoalan keumatan maupun kebangsaan.
“Perbedaan adalah keniscayaan. Khittah MUI adalah berkumpul bersama seluruh ormas yang ada. Di MUI bukan kompetisi, tetapi kolaborasi. Apa pun yang dikerjakan sendiri tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal,” ujarnya.
Prof. Mukri menilai keberagaman latar belakang masyarakat Lampung merupakan kekayaan yang harus dijaga melalui semangat kebersamaan. Karena itu, setiap elemen umat Islam perlu mengutamakan kepentingan bersama agar perbedaan tidak berkembang menjadi kegaduhan sosial.
Lanjut Mukri, MUI harus mampu menjadi payung besar yang memberikan ruang bagi seluruh unsur umat Islam untuk bekerja sama, saling menghargai, dan menjaga kerukunan.
“MUI merupakan payung besar tempat berteduh bagi keberagaman umat Islam. Kita ingin menghadirkan kenyamanan bagi semuanya, dengan semangat saling menghargai dan saling memanusiakan manusia,” jelasnya.
Prof. Mukri juga menekankan bahwa pengabdian ulama tidak sebatas memberikan tuntunan keagamaan. Ulama perlu terlibat aktif dalam menjaga persatuan, membantu menyelesaikan persoalan sosial, serta memperkuat nilai moral dan spiritual masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Amirsyah Tambunan berharap, Musda XI mampu melahirkan kepemimpinan yang merepresentasikan berbagai unsur dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Menurut Amirsyah, MUI harus menjalankan peran sebagai pemersatu ulama dan umara atau pemerintah agar sinergi dalam menjawab persoalan umat dan bangsa semakin kuat.
Ia mengingatkan tiga tugas utama MUI, yakni khadimul ummah sebagai pelayan umat, himayatul ummah sebagai pelindung umat, dan shadiqul hukumah sebagai mitra pemerintah.
Ketiga peran tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tanpa mengabaikan independensi organisasi.
Musda XI MUI Lampung berlangsung pada 15-17 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Meneguhkan Khidmah Ulama, Memperkuat Ketahanan Umat, dan Membangun Lampung Berkeadaban”.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Firsada. Hadir pula jajaran pimpinan MUI Provinsi Lampung serta perwakilan MUI dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. (*)

