Nasional, beeoninfo.com
Wabah Hantavirus menjadi pusat perhatian dunia medis internasional setelah merebak disebuah kapal bernama MV Hondius. Dalam rentan waktu April – Mei 2026, tercatat 3 orang meninggal dunia dan 7 lainnya terpapar dan dalam perawatan. Catatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Hantavirus yang menyerang penumpang kapal tersebut adalah varian Andes Virus.
Di Indonesia sendiri, Hantavirus diketahui telah menyerang beberapa warga diberbagai daerah dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini. Catatan Kementrian Kesehatan RI, ada 23 suspek Hantavirus dimana 20 orang telah dinyatakan sembuh dan 3 lainnya meninggal dunia karena komplikasi dengan penyakit lain. Data ini dirilis pada Jumat (8/5/2026) oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menjawab kekhawatiran akan terjadinya pandemi seperti kasus Covid 19 beberapa tahun silam.
Aji menambahkan, jika varian Hantavirus di Indonesia sendiri tidak lebih ganas dari varian yang menyerang kapal MV Hondius.
“Hantavirus yang menyerang di Indonesia adalah varian Seoul, ada dua suspek terkini namun saat ini sudah dinyatakan negatif” Terang Aji.
DPR RI sendiri kemudian tidak diam, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini dari partai Golkar menghimbau pemerintah untuk lebih memperketat penjagaan pintu masuk untuk meminimalisir penularan virus ini.
“Saya minta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya hantavirus ke wilayah Indonesia. Karena penyakit tersebut sangat berbahaya, sehingga menimbulkan kematian,” kata Yahya kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Hantavirus sendiri adalah kelompok virus yang ditularkan dari hewan pengerat tikus ke manusia. Virus ini merebak terutama melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penularan kebanyakan terjadi jika paparan ini terdapat dalam partikel halus seperti debu dan kemudian terhirup oleh manusia.
Adapun resiko tertinggi untuk orang yang terpapar virus ini adalah orang – orang yang sedang melakukan aktivitas seperti pembersihan area yang terdapat banyak tikus.
Dalam kondisi normal, penularan langsung antara manusia dengan manusia hampir tidak terjadi kecuali yang trjadi di kapal MV Hondius karena virus Hanta varian Andes yang saat ini sedang dalam penelitian.

