0 2 min 3 bulan

Nasional, beeoninfo.com

Penentuan tanggal 1 Ramadhan diprediksi akan kembali mengalami perbedaan antara Pemerintah dan Muhammadiyah. Veris Muhammadiyah, awal Ramadhan sendiri ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, mereka menentukan 1 Ramadhan 1447 Hijriah dengan metode Hisab Hakiki dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Pemerintah sendiri berencana akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa (17/02). Sidang tersebut akan digelar oleh Kementrian Agama di digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta. Forum tersebut akan dihadiri beberapa unsur, mulai dari Kemenag, Komisi VIII DPR, perwakilan Mahkamah Agung (MA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dugaan akan adanya perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah merujuk dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang ditandatangani pada 19 September 2025, pemerintah telah menetapkan libur hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 pada 21–22 Maret 2026. Sehingga berdasarkan SKB tersebut, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *