Konflik lahan antara warga dan perusahaan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) berakhir dengan kerusuhan yang terjadi secara spontanitas. Tercatat, Sebanyak 26 unit mes karyawan PT BSA turut terbakar dalam kerusuhan yang terjadi pada Rabu (12/8/2026).
Selain itu kepolisian juga mendata jika satu kantor perusahaan, satu pos satpam, gudang genset, gudang pupuk, gudang bahan bakar minyak (BBM), gudang bengkel, gudang logistik, serta dua bangunan laboratorium juga rusak dan terbakar.
Tidak ketinggalan beberapa unit kendaraan pun terdampak akibat kejadian itu. Polisi mencatat tiga traktor, tiga kendaraan tangki air, tiga truk, satu Ford Ranger double cabin, satu Daihatsu Taft, serta dua sepeda motor terbakar dimana slah satunya adalah milik personil Brimob yang sedang melakukan pengamanan dilokasi kejadian.
Polisi juga mengungkap jika ada sekitar 9.400 liter bahan bakar minyak jenis solar ludes terbakar dalam gudang penyimpanan perusahaan tersebut. Meski kerusuhan tersebut meluas, namun kepolisian juga mencatat tidak ada korban jiwa ataupun luka – luka saat semua terjadi.
“Syukurnya, puji Tuhan, Alhamdulillah, tidak ada korban sama sekali, tidak ada baik korban luka ringan maupun luka berat, apalagi korban jiwa,” kata Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, Kamis (13/08).
Charles juga menceritakan kerusuhan itu adalah bagian dari konflik lahan yang menahun antara warga dan perusahaan PT BSA. Situasi memanas saat warga mengetahui jika PT BSA melakukan aktivitas pemanenan sawit dilahan objek sengketa.
Kondisi terakhir saat ini aparat gabungan Polri – TNI melakukan pengamanan dengan menugaskan 545 personil untuk berjaga di kawasan PT BSA.
“Kemarin sore pasca kejadian, Bapak Kapolda turun langsung ke lapangan dan kita patut bersyukur Bapak Kapolda datang memimpin langsung pergerakan pasukan ke sana. Situasi berhasil dikendalikan oleh kepolisian dan situasi sampai saat ini sudah aman dan kondusif sejak dari kemarin sore,” ujarnya.
Polisi sendiri saat ini sedang melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui pihak – pihak mana yang terlibat dan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
Tidak ketinggalan, polisi juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas informasi yang beredar dan belum diketahui kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penanganan peristiwa ini kepada pihak kepolisian,” tegas Charles.

