Nasional, beeoninfo.com
Dalam bentrokan tersebut, massa melemparkan batu dan botol air mineral kepada aparat yang dibalas dengan tembakan ke udaraa dan gas air mata.
Aparat TNI yang berjaga kemudian melarang pemasangan bendera bintang bulan. Entah karena apa, tiba – tiba rentetan suara tembakan ke udara juga terdengar hingga membuat massa yang ada di pelataran masjid kaget dan tiarap.
Keadaan menjadi semakin memanas setelah beberapa massa meluapkan amarah pada aparat TNI yang ada dilokasi. Massa mengejar dan melakukan tindakan anarkis pada beberapa aparat TNI hingga berlarian kedepan gedung DPRK Banda Aceh dan lampu simpang Kodim.
Dalam insiden tersebut, sejumlah mobil yang terparkir di kawasan Masjid Raya Baiturrahman mengalami kerusakan. Kaca beberapa kendaraan terlihat pecah akibat lemparan batu yang terjadi di tengah kerumunan.
Tak lama aparat gabungan TNI Polri kemudian bergerak untuk membubarkan kerumunan agar situasi bisa terkendali. Massa kemudian terpecah menjadi dua. Sebagian bertahan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, sementara sebagian lagi bergerak menuju pendopo Gubernur Aceh.
Tak hanya bendera, massa juga menaiki bagian serambi pendopo dan mencopot lambang Garuda yang terpasang di bangunan tersebut. Lambang negara itu kemudian diikat dengan bendera merah putih lalu diseret oleh massa.
Situasi sempat memanas ketika massa melintas di depan Kodim. Aksi tersebut terjadi setelah lambang Garuda yang sebelumnya dicopot dari atas Pendopo Gubernur dibawa dan diinjak-injak massa hingga melewati kawasan Kodim.
Sementara itu, bendera Bintang  Bulan yang sebelumnya dipasang di gapura Masjid Raya Baiturrahman telah diturunkan jelang petang.  Aparat keamanan gabungan terus mengawal dan menjaga situasi sepanjang jalur pergerakan massa.
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan juga sempat turun langsung menemui massa. Kehadiran Kapolda di tengah kerumunan menjadi upaya membuka ruang dialog sekaligus meredam ketegangan.

