0 5 min 4 bulan

Lampung Barat, beeoninfo.com

Hadirnya Koperasi Daerah Merah Putih (KDMP) ditanggapi positif oleh banyak kalangan. Termasuk salah satunya datang dari salah satu mantan Aktivis mahasiswa sekaligus putra daerah asli asal Liwa, Lampung Barat yang bernama Agung Widodo.

Agung, sapaan akrabnya menyatakan jika hadirnya KDMP adalah solusi bagi para pelaku usaha dan petani dimasa inflasi besar – besaran saat ini.

“KDMP hadir bukan sekadar sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan sebagai rumah besar ekonomi kerakyatan yang menghimpun potensi, mengelola sumber daya, serta menjadi penghubung antara UMKM desa dengan berbagai peluang ekonomi yang lebih luas.”Terang Agung saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jum’at (23/01).

“Semua orang telah tahu, jika perekonomian pedesaan merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan ekonomi nasional.”Imbuhnya.

“”Jadi KDMP hadir bukan sekadar sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan sebagai rumah besar ekonomi kerakyatan yang menghimpun potensi, mengelola sumber daya, serta menjadi penghubung antara UMKM desa dengan berbagai peluang ekonomi yang lebih luas. Dalam konteks ini, UMKM bukan hanya objek binaan, melainkan mitra aktif dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.”Papar Agung lagi.

Agung juga menyatakan, perlu kolaborasi antara Badan usaha milik Desa, UMKM dan KDMP agar kepastian kekuatan pondasi perekonomian tercapai. Lalu bagaimanakah sudut pandang Agung Widodo yang juga seorang petani ini melihat pentingnya kehadiran KDMP, berikut tulisan lengkapnya yang dikirim ke meja redaksi beeoninfo.com.

KDMP sebagai Motor Penggerak UMKM Desa
KDMP berperan sebagai penggerak utama dengan menyediakan Akses permodalan yang adil dan terjangkau, sehingga UMKM tidak terjerat praktik rentenir. Pendampingan manajemen usaha, mulai dari pencatatan keuangan sederhana, perencanaan usaha, hingga penguatan kelembagaan. Pendidikan koperasi dan kewirausahaan juga harus berjalan, agar pelaku UMKM tumbuh dengan pola pikir kolektif, jujur, dan berorientasi jangka panjang. Maka dengan dukungan tersebut, UMKM desa mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, serta menjaga kesinambungan usaha.

Peranan BUMDES Sebagai Penopang
Bumdes sebagai penopang dalam menentukan potensi desa yang dapat dikelola sehingga tumbuh kembali yang mana pengelolaan desa yang tidak produktif dan sudah lama tidak berjalan, agar hidup kembali usaha usaha yang selama ini telah dibangun .

UMKM sebagai Tulang Punggung Aktivitas Ekonomi KDMP
Sebaliknya, keberadaan UMKM menjadi denyut nadi kehidupan KDMP. Aktivitas usaha UMKM menciptakan perputaran ekonomi internal desa, meningkatkan volume transaksi koperasi dan memperkuat kepercayaan anggota terhadap KDMP sebagai lembaga milik bersama.

UMKM yang berkembang akan memperkuat modal sosial koperasi, menciptakan lapangan kerja lokal, serta menekan arus urbanisasi karena masyarakat desa memiliki penghidupan yang layak di wilayahnya sendiri. Kolaborasi dalam Rantai Nilai (Value Chain)

Selain itu, sinergi KDMP dan UMKM juga tercermin dalam pembangunan rantai nilai berbasis desa, di mana bahan baku dihasilkan oleh petani dan pelaku usaha lokal, proses produksi dilakukan oleh UMKM anggota KDMP dan pemasaran difasilitasi koperasi melalui gerai desa, pameran, hingga platform digital.

Model ini menciptakan ekonomi sirkular desa, di mana keuntungan tidak keluar dari desa, tetapi terus berputar untuk kesejahteraan masyarakat. Penguatan Daya Saing dan Akses Pasar.

KDMP sendiri kemudian berperan sebagai agregator produk UMKM, sehingga produk UMKM desa memiliki daya tawar lebih kuat, Standarisasi kualitas, kemasan, dan legalitas usaha dapat dilakukan bersama hingga diharapkan UMKM desa mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar regional dan nasional.

Pentingnya sinergi ini agar UMKM desa tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh dalam barisan yang saling menguatkan.

Dampak Sosial dan Keberlanjutan Ekonomi Desa
Lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi, sinergi KDMP dan UMKM juga melahirkan dampak sosial yang nyata meningkatkan pendapatan keluarga desa, mengurangi kesenjangan ekonomi dan menumbuhkan rasa memiliki, gotong royong, dan solidaritas sosial.

Dengan tata kelola yang transparan dan partisipatif, sinergi ini diharapkan menjadi pondasi ekonomi desa yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Sinergitas antara KDMP dan UMKM bukanlah hubungan sesaat, melainkan sebuah kolaborasi strategis jangka panjang. Ketika koperasi menjadi pengayom dan UMKM menjadi penggerak, maka desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang menentukan masa depannya sendiri.

    KDMP , BUMDES dan UMKM, bila berjalan seiring dan sejalan, akan menjelma menjadi kekuatan ekonomi pedesaan yang mampu berdiri tegak, mandiri, dan bermartabat di tengah tantangan zaman. KDMP BUMDES dan UMKM bukan hanya mimpi belaka, ini sudah didepan mata tinggal bersama sama ingin maju atau kembali ketertinggalan, mari menjaga apa yang kita miliki negara Indonesia yang kaya ini.

    (Ditulis Oleh : Agung Widodo, Putera Daerah Liwa, Lampung Barat Mantan Aktivis Mahasiswa)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *