Bandar Lampung, Beeoninfo.com
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan pendidikan sebagai instrumen fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dalam arahannya, Jihan menekankan bahwa pembangunan daerah tidak akan optimal tanpa didukung kualitas SDM yang mumpuni.
“Pendidikan merupakan instrumen utama pembangunan manusia. Tanpa SDM yang unggul, potensi daerah tidak akan maksimal,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas dan Inovasi Tahun 2026 di Hotel Novotel, Bandarlampung, Senin (13/4/2026).
Menurut Jihan, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi Lampung tetap berkomitmen menjalankan program prioritas pendidikan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menyampaikan, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pembebasan biaya komite bagi SMA Negeri di seluruh Lampung. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menghadirkan inovasi serupa sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah.
Jihan mengungkapkan, capaian sektor pendidikan di Lampung menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 73,98 poin atau meningkat 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti kesenjangan akses pendidikan di wilayah 3T, keterbatasan infrastruktur, tingginya angka anak tidak sekolah, serta distribusi tenaga pendidik yang belum merata.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Lampung telah menyiapkan sejumlah program inovatif, di antaranya Sekolah Cangkok bagi daerah terpencil, program Lampung Mengajar untuk pemerataan guru, serta Vokasi Migran guna mencetak tenaga kerja terampil berdaya saing global.
Di sisi lain, Jihan juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan. Pemprov Lampung telah mengembangkan sejumlah platform seperti Ruang Menghimpun Data (RMD), Aksi Jihan, dan Desmat guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
“Kita ingin pendidikan di Lampung tidak hanya merata, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Prof. Nunuk Suryani, menegaskan bahwa arah kebijakan nasional mengusung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang berfokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah pusat menyiapkan sejumlah program prioritas 2026, seperti percepatan sertifikasi guru, peningkatan kualifikasi akademik hingga S1/D4, serta pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Pemerintah juga mendorong pemenuhan kebutuhan guru melalui skema PPPK dan CPNS, serta penataan tata kelola guru yang lebih terintegrasi antara pusat dan daerah.
Masih ditempat yang sama, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, Hendra Apriawan S.T menambahkan, pihaknya telah memetakan kompetensi sekitar 33.000 guru pada 2025.
“Hasilnya, rata-rata kompetensi guru masih di kisaran 50 persen, sehingga perlu intervensi pelatihan yang lebih tepat sasaran,” tandasnya. (*)

