Beeoninfo.com
Guna memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program strategis. Peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung.
Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat berdialog bersama masyarakat dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Senin (6/7/2026).
Menurut Mirza, berbagai program pendidikan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.
Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, pemerintah menghadirkan dua skema pendidikan yang lebih fleksibel bagi anak-anak putus sekolah, yakni Program SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan SMA Terbuka.
Program SMA PJJ diselenggarakan melalui SMA Negeri 2 Bandar Lampung sebagai sekolah induk. Program ini diperuntukkan bagi anak putus sekolah berusia 16–18 tahun yang telah berhenti sekolah minimal satu tahun setelah menyelesaikan jenjang pendidikan sebelumnya.
Sistem pembelajaran dirancang secara fleksibel dengan komposisi 70 persen daring dan 30 persen tatap muka. Lulusan program ini akan memperoleh ijazah resmi dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga membuka Program SMA Terbuka bagi anak putus sekolah berusia 15–21 tahun. Program tersebut menggunakan sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, dengan kegiatan tatap muka dua kali dalam sepekan sehingga memungkinkan siswa tetap melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu aktivitas lainnya.
Lanjut Mirza, kedua program tersebut menjadi solusi untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Lampung juga akan melaksanakan program Satu Desa Satu Sarjana mulai tahun depan. Tujuannya untuk mencetak sarjana di setiap desa yang diharapkan dapat kembali membangun daerah asalnya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H mengatakan, SMA Negeri 2 Bandar Lampung dipilih sebagai sekolah induk Program SMA PJJ agar kualitas layanan pendidikan yang diberikan tetap terjaga.
Pendaftaran Program SMA PJJ telah dibuka dan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Selain SMA Negeri 2 Bandar Lampung sebagai sekolah induk, program ini didukung tiga sekolah mitra, yakni di SMAN 1 Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, SMAN 1 Gunung Sugih Lampung Tengah, dan SMAN 1 Rawa Jitu Selatan Tulang Bawang.
Thomas menambahkan, peserta Program SMA PJJ harus merupakan anak yang telah putus sekolah minimal satu tahun. Pola pembelajaran dibuat adaptif dengan komposisi 70 persen daring dan 30 persen tatap muka.
Lanjut Thomas, kegiatan tatap muka tidak harus dilaksanakan di sekolah induk. Guru dapat mendatangi lokasi siswa apabila jarak tempat tinggal terlalu jauh sehingga peserta didik tetap dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.
“Harapan kita program ini dapat menurunkan angka putus sekolah di Provinsi Lampung,” ungkapnya.
Sementara itu, pendaftaran SMA Terbuka mulai 20 Juli hingga Agustus 2026. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat berusia 15–21 tahun, baik yang telah lulus SMP namun belum melanjutkan pendidikan maupun yang putus sekolah di jenjang SMA.
Sistem pembelajarannya dirancang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Masa pendidikan tetap berlangsung selama tiga tahun dan seluruh lulusannya akan memperoleh ijazah yang sah.
Program SMA Terbuka akan dilaksanakan di 15 SMA negeri yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung,
Thomas mengajak pemerintah desa dan para camat ikut menyosialisasikan program tersebut agar masyarakat yang putus sekolah dapat kembali memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan menengah.
“Silakan para kepala desa dan camat menyosialisasikan program ini kepada masyarakat. Yang terpenting, seluruh layanan pendidikan ini gratis dan kuota peserta tidak dibatasi,” tutupnya. (*)

