Bobroknya pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa di SDN 1 Tanjung Gading, Bandar Lampung. Siswa kelas 4B disekolah tersebut terpaksa tidak menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) karena ditemukan semacam belatung di omprengan mereka.
Temuan ini terjadi saat pengiriman pada Selasa (28/07) siang. Siswa kelas 4B yang jadwalnya masuk sekira jam 11.00 WIB kaget saat menemukan ada belatung didalam omprengan mereka.
Saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut salah satu wali murid menyatakan jika temuan belatung tersebut memang benar.
“Benar pak, sudah dilaporkan ke wali kelas dan semua MBG tidak jadi dimakan siswa kelas 4B” terangnya.
Menanggapi hal ini, Abdul Azies yang berasal dari Lembaga Perlindungan Konsumen pun mengambil inisiatif untuk mendatangi sekolah tersebut. Dalam kunjungannya beliau ditemui oleh beberapa guru dan penanggungjawab program MBG disekolah SDN 1 Tanjung Gading, Musdalifah.
“Kita hanya ingin melakukan konfirmasi terkait temuan adanya belatung diomprengan itu” Kata Abdul Azies usai melakukan pertemuan di SDN 1 Tanjung Gading, Bandar Lampung pada Rabu (29/07).
“Menurut keterangan dari ibu Musdalifah selaku penanggungjawab MBG disekolah ini dia sendiri membenarkan adanya temuan itu dan menyatakan telah melaporkan ke SPPG asal MBG tersebut” Ungkapnya.
“Beliau juga menyatakan jika dari pihak SPPG sendiri hanya berencana untuk melakukan penggantian. Untuk langkah pelaporan sendiri (kepusat) saat ini sedang kami pertimbangkan, walau bagaimanapun ya dengan adanya belatung tersebut artinya SPPG ini lalai akan kewajibannya dalam hal higienitas” Jelas Azies.
Namun Azies sendiri tidak dapat memastikan apakah belatung tersebut berasal dari makanan olahan atau dari buah yang disediakan.
“Intinya benar ada belatung, bukti photo sudah ada disaya. Masalah itu asalnya darimana belum jelas tapi SPPG sendiri harus menjelaskan pada masyarakat sebab memang ada dalam omprengan mereka” Pungkasnya.
Azies sendiri telah meninggalkan nomor telepon miliknya jika pihak SPPG ingin memberikan klarifikasi, namun hingga berita ini diterbitkan Azies menyatakan belum ada satupun pihak dari SPPg yang menghubunginya.


